Kenapa anda harus masuk ke Social Media, walaupun anda tidak menginginkanya?
Saat anda membaca sebuah blog tentang pemasaran, anda akan dibanjiri dengan nasihat social media. Tentang mengapa anda perlu sebuah blog, twitter, facebook dan lainya.
Namun tetap, sebagian besar bisnis tidak berpikir bahwa mereka membutuhkan suatu blog.
Dalam lima menit kedepan, saya ingin mencoba meyakinkan anda, mengapa anda harus membawa bisnis anda ke dunia blogging, twitter dan facebook.
Sekarang kita coba kembali ke tahun 1990an. Di tahun tersebut (kita anggap tahun 1997) ada saat dimana hampir semua perusahaan memutuskan bahwa mereka harus memiliki sebuah website.
Tidak semua orang pada saat itu tahu apa gunanya website. Apakah itu menjadi brosur? Billboard? Beberapa orang berkata “ini adalah hal baru dalam bisnis”. Apa maksudnya?
Yang mendorong orang-orang pada tahun tersebut untuk memiliki website adalah, jika kamu tidak memiliki website anda akan menjadi tidak populer. Bukan hanya susah untuk dihubungi, tetapi tidak terlihat.
Tentu mereka mempunyai iklan dan PR. Tapi setelah itu apa? Apakah mereka akan pergi ke toko anda? Mengontak anda dan meminta keterangan lebih jelas?.
Saat ini banyak perusahaan yang masih belum mengerti apa gunanya suatu website. Tetapi mereka menyadari bahwa tidak ada pilihan lain. “ ini adalah sesuatu yang baru dalam bidang media, dan siapapun yang dapat menguasainya akan menang”.
Bagaimana cara anda ”memenangi” internet? Tidak ada yang tahu, dan bahkan orang-orang yang menggantungkan hidup di web juga sebagian besar tidak mengetahuinya. Internet bukanlah sesuatu perkembangan dari media, internet adalah tempat peluang yang membuat Amazon 34x lebih besar dari Barnes & Noble, dimana Netflix menghancurkan blockbuster dan membuat skype bernilai $2.6 B saat perusahaan telekomunikasi yang lain turun.
internet bukan hanya sebuah “New Media”, internet mempunyai dunia yang berbeda. Model bisnis akan berubah terus, cepat atau lambat.
Social Media telah merubah aturan dalam pasar, seperti yang dilakukan website satu dekade lalu. Hal ini baru dan tidak satupun orang tahu, sampai kemana tren ini akan berjalan.
Contoh Kesuksesan Social Media :
Dalam sutu uji coba oleh Bazzarvoice, rubbermaid menemukan bahwa menambahkan artikel ke website mereka berdampak pada peningkatan penjualan dan penurunan pengembalian dari produk mereka. Saat para pembeli bertanya, mereka menjelaskan di website mereka saat ditempat lain ada yang mengatakan bahwa produk mereka buruk, hal ini membuat para pembeli tidak memperdulikan kata orang lain. Jika harga cocok, suatu produk worth untuk dibeli.
Fog Creek Software menghasilkan jutaan dollardari FogBugz, sebuat software Bug Tracking System. Ada ratusan software yang sama diluar sana – gratis, murah, mahal, open source – saat ini Fog Creek lah yang menguasai pasar dan popular dengan tanpa iklan. Bagaiman bisa? Karena pemiliknya, Joel Spolsky, telah membangun blog tentang membuat software sebelumnya.
Nike menyediakan tempat dimana orang dapat membuat dan memesan sepatu kustom di website mereka. Para skeptik berkata bahwa kustomise produk yang terlalu dalam sangat mahal, tukar ide design terlalu rumit dan orang-orang harus mencoba sepatu sebelum membeli. Salah! sejak website ini dibentuk, Joaquin Hidalgo, Nike VP of Global Marketing mengatakan toko tersebut sekarang telah menghasilkan 25% dari total penjulan Nike.
Dari dalam negri kita bisa lihat blogger seperti cosaaranda yang sukses dengan personal branding-nya atau Smart dengan Landing Page-nya

Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!